Pages

Saturday, September 29, 2007

PAKAN IKAN DARI LIMBAH SAWIT

Pengolahannya cukup sederhana, yaitu melalui proses fermentasi yang mengundang perkembangan larva lalat (maggot). Tepung maggot ini merupakan pakan ikan alternatif yang menggunakan campuran maggot dan dedak sebagai bahan utamanya.

Maggot diperoleh dari telur-telur lalat blacksolder (Hermetia illucens). Sebagai media bertelurnya digunakan limbah pengolahan inti atau biji sawit.

Limbah tersebut difermentasi dengan cara dicampur air. Campuran limbah sawit ditempatkan dalam tong yang diberi beberapa lubang udara.

Satu minggu

Dalam satu minggu telur-telur lalat blacksolder sudah akan terlihat. Larva blacksolder ini sangat rakus terhadap bahan organik dan juga larva lalat jenis lain, seperti lalat rumah yang notabene sebagai pembawa penyakit potensial.

Maggot usia satu minggu hingga enam minggu dapat langsung digunakan sebagai pakan ikan disesuaikan dengan besarnya ikan. Kandungan protein yang tersimpan dalam tubuh maggot dapat menghasilkan bahan pakan hewan yang berkualitas baik.

Industri perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah padat yang jauh lebih besIndustri perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah padat yang jauh lebih besar dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Salah satu limbah padat yang dihasilkan industri kelapa sawit adalah tandan kosong sawit yang jumlahnya diperkirakan sebesar 20% dari tandan buah segar yang diolah. Pemanfaatan tandan kosong sawit yang telah dilakukan antara lain untuk ketas cetak dan kraft skala pilot, papan partikel dan pemanfaatan tandan kosong sawit sebagai bahan baku produk berbasis serat.

Salah satu pemanfaatan tandan kosong yang lain adalah pembuatan serat berkaret. Selama ini serat berkaret terbuat dari sabut kelapa yang ketersediaannya semakin berkurang. Namun penggunaan produk serat berkaret semakin luas, seperti bahan kerajinan (sikat, alas kaki, karpet, tali, jala ikan), pengisi kasur, filter udara, jok mobil, dan bahan pengepak di industri. Serat tandan kosong sawit mempunyai potensi yang cukup besar sebagai bahan baku produk serat berkaret. Secara makroskopis, serat tandan kosong sawit (10,5 – 16,3 cm) memiliki panjang serat yang hampir sama dengan serat sabut kelapa (11,4 – 16,4 cm) sehingga bisa digunakan sebagai bahan baku produk serat berkaret. Dengan kandungan serat yang cukup tinggi (67,88%), serat tandan kosong sawit akan menghasilkan rendemen serat yang tinggi.

Thursday, September 27, 2007

ASAP CAIR DARI CANGKANG SAWIT (Artikel)

Deskripsi

Kelapa sawit adalah salah satu komoditi andalan Indonesia yang perkembangannya demikian pesat. Selain produksi minyak kelapa sawit yang tinggi, produk samping atau limbah pabrik kelapa sawit juga tinggi. Dengan kondisi yang semacam itu sebenarnya banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari pemanfaatan cangkang sawit tersebut. Salah satunya apabila dilakukan pirolisis terhadap cangkang sawit tersebut akan diperoleh rendemen berupa asap cair yang dapat digunakan sebagai biopreservatif baru pengganti preservatif kimia, arang maupun tar . Asap cair merupakan hasil kondensasi dari pirolisis kayu yang mengandung sejumlah besar senyawa yang terbentuk akibat proses pirolisis konstituen kayu seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin. Proses pirolisa melibatkan berbagai proses reaksi yaitu dekomposisi, oksidasi, polimerisasi, dan kondensasi

Bahan
Cangkang Sawit

Alat
Alat utama untuk pembuatan asap cair adalah alat pirolisator yang terdiri dari tabung reaktor, pemanas listrik (heater), pipa penyalur asap, kolom pendingin (kondensor), erlenmeyer, botol ukur dan pipa pengeluaran asap sisa. Alat untuk pengendapan tar Alat yang digunakan untuk pengendapan tar terdiri dari botol dari asap cair yang masih bercampur dengan tar, gelas ukur 100 mL, pipet ukur dan pipet gondok.

Cara Pembuatan

Pembuatan asap cair dilakukan dengan destilasi.Bahan cangkang sawit sebelumnya dianalisa kadar hemiselulosa, selulosa dan lignin kemudian kadar airnya dibuat menjadi 8%, 13% dan 18% dengan pengering kabinet.Asap cair dibuat dengan memasukkan 1 kg cangkang sawit ke dalam reaktor kemudian ditutup dan rangkaian kondensor dipasang.Selanjutnya dapur pemanas dihidupkan dengan mengatur suhu dan waktu yang dikehendaki.Pada penelitian ini suhu yang digunakan 350°C, 400°C dan 450 °C sedangkan waktu yang digunakan adalah 45 menit, 60 menit dan 75 menit yang dihitung pada saat tercapai suhu yang dikehendaki.Asap yang keluar dari reaktor akan mengalir ke kolom pendingin melalui pipa penyalur asap yang mana pada pipa ini terdapat selang yang dihubungkan botol penampung untuk menampung tar , kemudian ke dalam kolom pendingin ini dialirkan air dengan suhu kamar menggunakan aerator sehingga asap akan terkondensasi dan mencair.Embunan berupa asap cair yang masih bercampur dengan tar ditampung kedalam erlenmeyer, selanjutnya disimpan di dalam botol, sedangkan asap yang tidak terembunkan akan terbuang melalui selang penyalur asap sisa.Selanjutnya asap cair + tar yang terdapat didalam botol dilakukan pengendapan untuk memisahkan tar dan asap cair. serat sabut kelapa (11,4 – 16,4 cm) sehingga bisa digunakan sebagai bahan baku produk serat berkaret. Dengan kandungan serat yang cukup tinggi (67,88%), serat tandan kosong sawit akan menghasilkan rendemen serat yang tinggi.


Sumber

Huda Triyudianto dan Purnama Darmadji Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Tuesday, September 25, 2007

Perkebunan Sawit Sebuah Harapan Yang menjanjikan


Tanaman Kelapa Sawit dewasa ini merupakan komoditi yang sangat menjanjikan dan sangat bermanfaat. Disamping menghasilkan minyak goreng, bahan baku makanan, kosmetik kelapa sawit dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku sumber energi biodiesel.