Sebuah harapan dan angan dapat terwujud dengan akal upaya dan doa serta kerjasama baik dengan sesama maupun lingkungan
Sunday, November 23, 2008
Benahi Aturan Industri Sawit di Indonesia
Rudy Lumuru, Direktur Eksekutif Sawit Watch dalam siaran pers kepada ANTARA di Denpasar, Sabtu mengatakan, Forum Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) IV yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pekan ini masih jauh dari harapan masyarakat, sehingga perlu dikaji ulang agar dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
"Aturan teknis yang bersifat sukarela di RSPO memang menuju pada perbaikan, tetapi belum cukup kuat untuk menyelesaikan berbagai masalah akibat perluasan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia," katanya.
Sebenarnya kalau Indonesia mempunyai aturan yang kuat dan berpihak pada rakyat, kita tidak membutuhkan forum seperti RSPO. Begitu juga sejak UU Perkebunan No.18/2004 ditetapkan empat tahun yang lalu, tidak juga terjadi perbaikan yang signifikan di lapangan.
"UU ini malah memperkuat posisi industri dan menempatkan masyarakat pada posisi yang sangat lemah. Bahkan masyarakat sering dikriminalkan, karena dianggap mengganggu proses produksi diperkebunan," jelasnya.
Hal senada juga dikatakan Deputy Director Sawit Watch, Abet Nego Tarigan menunjukkan, pertemuan RSPO kemarin menyatakan sejumlah perusahaan yang berhasil mendapatkan sertifikat berkelanjutan, tapi sistem sertifikasi RSPO tidak otomatis membuat perkebunan sawit bersih.
"United Plantation, Sem Derby dan New Britain Palm Oil yang memperoleh sertifikat, tercatat masih memiliki konflik dengan masyarakat di Kalimantan Tengah," katanya.
Banyak hak sipil politik masyarakat yang dilanggar, dan dalam proses pembukaan perkebunan sawit. Pada tahap ini aparat negara sering digunakan untuk mempermudah prosesnya, sehingga dapat dikatakan negara memfasilitisasi pelanggaran yang terjadi.
"Sawit Watch mencatat hingga akhir tahun 2007 saja, ada 513 konflik sosial yang muncul akibat ekspansi perkebunan sawit," ucapnya.
Pada tahap pengelolaan, dengan semakin kuatnya posisi perusahaan perkebunan, saat berkonflik dengan masyarakat, perusahaan perkebunan dapat menutup akses masyarakat, diantaranya dengan membuat barikade. Seperti yang terjadi Di Serdang Bedagai, perusahaan menutup jalan umum sehingga anak-anak tidak dapat pergi sekolah.
"Kami harapkan ke depan pemerintah memainkan perannya dengan benar dalam mengatur perkebunan sawit, dan menerapkan pendekatan yang berbasiskan hak asasi manusia dalam aturan perkebunan. Sehingga perkebunan sawit berkelanjutan di Indonesia bukan hanya berbentuk selembar kertas dengan masalah yang tak kunjung usai, tetapi dapat menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakatnya," katanya.(*)
Tuesday, January 08, 2008
Lalu Firma Budiman, Dwi Asmono dan Edi Suprianto
Ketersediaan plasma nutfah merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan perakitan bahan tanaman unggul kelapa sawit. Menyadari hal tersebut Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), bekerjasama dengan beberapa institusi pemuliaan telah melakukan introduksi tanaman yang berasal dari Binga, Zaire pada 1987. Untuk mengetahui sifat unggul yang dimiliki plasma nutfah tersebut, telah dilakukan pengamatan terhadap karakteristik morfologi pada populasi origin Binga. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap karakter vegetatif, produksi dan kandungan minyak, diperoleh beberapa famili origin Binga yang memiliki potensi sangat baik sebagai sumber genetik bagi perakitan bahan tanaman unggul. Dalam hal laju pertumbuhan meninggi, famili 1673 merupakan famili yang memiliki laju pertumbahan meninggi yang paling lambat, yaitu di bawah 50 cm per tahun, sedangkan famili 1670 memiliki keunggulan dalam hal rerata bobot tandan, jumlah tandan, dan kandungan inti diatas 10 %. Dalam hal kandungan minyak, famili 1677 dan 1680 merupakan famili yang memiliki karakter komponen kandungan minyak yang cukup baik yang ditandai dengan tingginya nilai rerata persentase mesokarp per buah, persentase minyak per mesokarp, dan persetase minyak per tandan yaitu di atas 26%. (iopri)
Sugiyono, Arsyad D. Koedadiri dan Syamsul Anwar
Status hara tanah pada beberapa perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara menunjukkan bahwa rasio K/Ca/Mg umumnya kurang baik. Rasio Mg/K <> 4 mencakup 6 % dari total pengamatan. Rasio Ca/K yang berada pada keseimbangan yaitu (6 - 10) mencakup 42 %, sedangkan rasio <> 10 berturut-turut mencakup 27 % dan 30 %. Rasio Ca/Mg yang berada pada keseimbangan yaitu (2 - 3) mencakup 33 %, sedangkan rasio (4 – 11) dan <> 4 menyebabkan tanaman mengalami defisiensi K, dan upaya untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan pemberian pupuk K dosis yang cukup atau dengan mengurangi dosis pupuk Mg sampai taraf tertentu (normal), sedangkan untuk mengatasi defisiensi Mg dapat ditempuh dengan cara yang sama.(iopri)
Luqman Erningpraja
Dengan memperhatikan perkembangan produksi minyak nabati lain dan perkembangan permintaan minyak nabati dunia, maka dapat dikatakan prospek minyak sawit di pasar dunia baik untuk minyak makan maupun indutri kimia masih sangat baik. Dakwaan bahwa perkebunan dan industri kelapa sawit adalah merusak lingkungan, yang dapat mengganggu pemasaran minyak sawit dan produk-produk turunannya tidak memiliki dasar yang kuat. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri kelapa sawit. Kajian-kajian yang telah dilakukan sejak kelapa sawit di introduksikan ke Indonesia menunjukkan bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat potensial. Untuk itu, Indonesia perlu memanfaatkan keunggulan komparatif yang dimiliki secara optimal. Tuduhan yang menyatakan industri kelapa sawit dapat merusak lingkungan, mengakibatkan bencana ekonomi dan sosial juga tidak mempunyai dasar yang kuat, bahkan sebaliknya industri kelapa sawit dapat menanggulangi bencana dan bukan penyebab bencana. (iopri)
| BANDAR LAMPUNG (Lampost): Untuk meningkatkan produksi dan pengembangan industri kelapa sawit, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Sumatera Utara menyediakan berbagai teknologi unggul di tingkat on farm maupun off farm. Mulai dari teknologi perbenihan, pemupukan, kultur teknis, dan produk unggulan. Demikian diungkapkan Ketua Kelompok Peneliti Pengolahan Hasil dan Mutu PPKS Donald Siahaan, dalam Lokakarya Pengembangan Agroindustri Kelapa Sawit di Politeknik Negeri Lampung, Selasa (10-4). Menurut Siahaan, usaha industri kelapa sawit memiliki peranan penting dalam segi ekonomi selama dua dasawarsa ini. Mulai dari sumber devisa, sumber pendapatan pajak, penyerapan tenaga kerja, hingga pengembangan wilayah. Dia mengatakan dalam pengembangan industri kelapa sawit berbasis teknologi ada tiga tujuan yang harus dicapai. Pertama, mempertahankan kompetensi teknis terhadap usaha yang ada melalui pengembangan produk dan proses. Kedua, pengembangan pasar pada bisnis yang sama atau pengembangan jenis bisnis baru melalui inovasi produk dan proses terbaru. Dan ketiga, pengembangan dan pendayagunaan keunggulan kompetitif melalui proses alih dan integrasi teknologi. Untuk mewujudkan ketiga tujuan ini, pengembangan industri kelapa sawit berbasis teknologi di Indonesia harus dilakukan pada tujuh aspek, yaitu mempertahankan kemampuan teknis pada masing-masing tahapan proses produksi dalam perusahaan, sehingga kemampuan teknis yang dimiliki menjadi lebih unggul dari negara lain. "Dengan kemampuan teknis yang tinggi akan meningkatkan efisiensi yang kemudian akan meningkatkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia." Aspek kedua, peningkatan daya saing produk. Jangan hanya crude palm oil (CPO), tapi dalam bentuk diversifikasi produk lainnya. Kemudian, peningkatan efisiensi proses dengan cara penggunaan teknologi yang mengurangi penggunaan bahan baku terkait nilai tukar rupiah. Aspek selanjutnya yaitu melalui inovasi produk baru, inovasi proses baru, inovasi bisnis baru, dan harus ramah lingkungan. Lebih lanjut, Siahaan mengatakan hingga tahun 2006, Indonesia menjadi negara produsen terbesar kedua minyak sawit setelah Malaysia dengan total produksi mencapai 13.8 juta ton. Sementara, total ekspor minyak sawit 10,3 juta ton atau menguasai 38,8% market shareΓΏ20minyak sawit dunia. "Namun, keberhasilan ini lebih disebabkan perluasan areal. Sedangkan tingkat produktivitas per satuan luas lahan yang mampu dicapai Indonesia masih jauh di bawah Malaysia." Untuk itu diperlukan pengembangan industri kelapa sawit berbasis teknologi unggul. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan industri kelapa sawit yang memiliki daya saing berkesinambungan. Yaitu melalui peningkatan nilai tambah dengan efisiensi proses produksi, peningkatan kualitas produk, dan penciptaan produk baru. Dengan demikian, industri yang dapat meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk adalah industri yang dirancang dan dikembangkan dengan basis teknologi unggul. Semua kebutuhan teknologi di industri kelapa sawit ini tersedia di PPKS. Mulai dari produk seperti bahan tanaman, kompos, burung hantu, dan feromon. Paket teknologi yang terdiri dari survei pemetaan, survei kesesuaian/kelayakan lahan, rekomendasi pemupukan, evaluasi produk, biodiesel evaluasi kinerja PKS, bantuan teknis, analisis dampak lingkungan (amdal). Atau, layanan lain seperti jasa analisis pupuk, analisis CPO, analisis tanah, publikasi, training industri kelapa sawit, dan lainnya. NOV/E-2 |
SONIC BLOOM
Perlu diperhatikan bahwa Unit Suara dihidupkan setiap hari pada pagi hari lebih kurang lima jam dan pada sore hari lebih kurang lima jam.
- Terdiri dari 1 speaker
- Untuk luas lahan sampai dengan 2 Hektar
- Dengan tombol volume suara (on-off)
- Penyalaan dengan menggunakan Accu 12 Volt 40 AH
- Konsumsi 150 mili-Ampere
- Cocok untuk pembibitan
- Terdiri dari 3 speaker
- Untuk luas lahan sampai dengan 16,5 Hektar
- Dapat dipasang pada traktor
- Memiliki saklar fotosel
- Penyalaan dengan menggunakan Accu 12 Volt 60 AH
- Konsumsi 400 mili-Ampere
- Dipasang 3 m diatas kanopi pohon
- Terdiri dari 8 speaker
- Untuk luas lahan sampai dengan 25 Hektar
- Dipasang di tengah-tengah lahan
- Memiliki saklar fotosel
- Penyalaan dengan menggunakan Accu 12 Volt 70 AH
- Konsumsi 450 mili-Ampere
- Dipasang 3 m diatas kanopi pohon
- Mempercepat pertumbuhan tanaman
- Meningkatkan produksi
- Meningkatkan mutu hasil panen, seperti:
- Meningkatkan kandungan nutrisi dan nilai briks
- Memperpanjang masa simpan
- Meningkatkan cita rasa
- Sonic Bloom Indonesia Pilot Project (Bumi nanggerang) di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada tanaman buah-buahan dan hortikultura.
- PTPN II (Persero) Medan, pada tanaman Tembakau Deli.
- PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Medan, Sumatera Utara, di PTPN IV (Persero), pada pembibitan tanaman kelapa sawit.
- PPTK (Pusat Penelitian Teh dan Kina) Gambung, Jawa Barat, pada tanaman teh.
- PTPN VII (Persero) Lampung, pada pembibitan tanaman teh dan kelapa sawit.
- PTPN VIII (Persero) Jawa Barat, pada tanaman teh (dalam proses).
- PTPN IX (Persero) Jawa Tengah, pada tanaman kopi, kakao, dan karet.
- PTPN XII (Persero) Jawa Timur, pada tanaman kopi dan kakao.
- PPKK (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao) Jember, Jawa Timur, pada tanaman kopi dan kakao.
- PTPN XIII (Persero) Kalimantan Barat, pada tanaman kelapa sawit.
- Kebun skala kecil untuk buah-buahan dan sayuran di Kabupaten Bogor dan Cianjur, Jawa Barat.
Di sini, peran masyarakat memang cukup tinggi. Kita sebagai masyarakat, bisa memulainya dari rumah sendiri dengan memisahkan sampah kering (non-organik) dan sampah basah (organik). Sampah kering bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang menjadi berbagai macam barang. Sementara itu, sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos dan pupuk cair.
Pupuk yang dihasilkan dari sampah organik ini biasa disebut dengan pupuk organik. Selain menyehatkan lingkungan, keunggulan lain dari pupuk organik ini adalah dapat membantu revitalisasi produktivitas tanah, menekan biaya usaha tani, serta meningkatkan kualitas produk.
Pada dasarnya, sampah organik tidak hanya bisa dibuat menjadi kompos atau pupuk padat, tetapi bisa juga dibuat sebagai pupuk cair. Pupuk cair ini mempunyai banyak manfaat. Mulai dari fungsinya sebagai pupuk, hingga sebagai aktivator untuk membuat kompos.
Untuk membuat kompos cair dibutuhkan alat atau wadah yang disebut komposter. Yakni sebuah tempat yang dibuat dari tong sampah plastik atau kotak semen yang dimodifikasi dan diletakkan di dalam atau di luar ruangan. Komposter ini bertujuan untuk mengolah semua jenis limbah organik rumah tangga menjadi bermanfaat.
Berikut ini merupakan langkah-langkah pengomposan dengan menggunakan komposter:
- Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, sisa ikan, dan daging segar agar terpisah dari sampah. Sampah berupa plastik, kardus bekas minyak, oli, beling, dan air sabun harus dipisahkan agar prosesnya berjalan cepat.
- Sampah yang berukuran besar seperti batang tanaman, sayuran daun, atau kulit buah yang keras sebaiknya dirajang terlebih dahulu agar pembusukannya sempurna. Selain itu, volume sampah yang terapung juga semakin banyak.
- Siapkan cairan bioaktivator boisca, yakni salah satu bioaktivator yang bisa digunakan untuk mempercepat proses pengomposan. Bioaktivator ini berfungsi untuk membantu mempercepat proses pembusukan. Tata cara penggunaannya sebagai berikut, pertama, siapkan sprayer ukuran 1 liter. Kedua, isi sprayer dengan air. Sebaiknya gunakan air sumur karena tidak mengandung kaporit. Namun, jika ingin memakai air PAM, air tersebut harus diendapkan terlebih dahulu selama satu malam. Tujuannya agar kaporitnya menguap. Pasalnya, kaporit di dalam air bisa mematikan mikroba yang ada di dalam boisca. Ketiga, tambahkan boisca ke dalam sprayer dengan perbandingan 1 liter air ditambah dengan 1-2 tutup botol boisca. Dan, keempat, kocok-kocok sampai merata. Setelah itu, cairan siap digunakan.
- Setelah sampahnya terkumpul dan dirajang, masukkan seluruhnya ke dalam komposter, lalu semprotkan boisca hingga merata ke seluruh sampah dan tutup rapat komposter.
- Pada awal pemakaian, komposter baru bisa menghasilkan lindi (air sampah) atau kompos cair setelah dua minggu. Selanjutnya, pemanenan lindi dilakukan setiap 1-2 hari sekali.
Teknik pembuatan kompos cair ini diungkapkan Sukamto Hadisuwito dalam buku Membuat Pupuk Kompos Cair yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka. Buku ini berisi tentang tip mengolah sampah di rumah sendiri, jenis-jenis pupuk organik padat dan cair, manfaat pupuk organik cair, serta aplikasi pupuk cair pada tanaman.()
Monday, January 07, 2008
TEMUAN PEREDARAN BENIH KELAPA SAWIT PALSU
Akhir-akhir ini peredaran benih kelapa sawit palsu semakin marak dampak dari peningkatan permintaan benih kelapa sementara ketersediaan benih kelapa sawit terbatas. Berdasarkan laporan 7 Sumber Benih Kelapa Sawit untuk tahun 2007 permintaan melebihi kapasitas produksi benih dalam negeri.
Banyak pihak yang memanfaatkan situasi ini mengedarkan benih kelapa sawit palsu yang diklaim berasal sumber benih yang resmi, dan banyak konsumen menjadi korban.
Direktorat Jenderal Perkebunan cq. Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi bersama-sama Instansi terkait dalam hal ini berupaya meningkatkan pengawasan terhadap peredaran benih kelapa sawit. Sejumlah temuan peredaran benih palsu telah ditindak lanjuti hingga penyidikan, dan untuk beberapa kasus, oknum pelaku telah dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara.
Beberapa tindak kejahatan peredaran benih palsu yang berhasil diusut di sejumlah propinsi antara lain di Propinsi Sumatera Utara, Bengkulu, Babel dan Kaltim.
Pada tanggal 20 Mei 2005 ditemukan peredaran benih tidak sesuai label di Propinsi Sumatera Utara sebanyak 3 peti (28.250 butir) yang tidak dilengkapi dokumen resmi BP2MB-Bun Sumut dan dokumen resmi Balai Karantina. Penyidikan dilakukan oleh PPNS-Bun berkoordinasi dengan Korwas Polda. Benih akan dikirim melalui udara ke Palu. Pasal yang dilanggar adalah 1) Pasal 60 ayat (1) huruf c Undang-undang RI No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman; 2) Pasal 50 ayat (1) huruf a Undang-undang RI No. 18 tahun 2004 tentang Perkebunan. Tindakan yang sudah dilakukan adalah pemeriksaan terhadap 7 saksi dan 2 tersangka masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pada tanggal 4 Oktober 2007 ditemukan peredaran benih tidak sesuai label sebanyak 5 peti (50.000 butir) atas nama CV. Sahabat Empat yang tidak dilengkapi dokumen resmi dari PPKS Medan dan dokumen resmi dari BP2MB – Bun Sumut. Penyidikan dilakukan oleh PPNS-Bun berkoordinasi dengan Korwas Polda. Benih telah dikirim ke Kabupaten Bangka Tengah Propinsi Bangka – Belitung. Pasal yang dilanggar adalah 1) Pasal 60 ayat (1) huruf c Undang-undang RI No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Tindakan yang sudah dilakukan adalah pemeriksaan terhadap 3) saksi, pemeriksaan barang bukti dan penyisihan barang bukti dan tindak lanjutnya masih dalam proses.
Pada tanggal 16 Oktober 2006 ditemukan peredaran benih tidak sesuai label yaitu sebanyak 10 peti (50.000 butir) atas nama CV. Pesut Mahakam dan CV. Lima Tujuh yang tidak dilengkapi dengan dokumen resmi dari PT. Socfindo dan dokumen resmi dari BP2MB-Bun Sumut. Penyidikan dilakukan oleh PPNS-Bun berkoordinasi dengan Korwas Polda. Benih akan dikirim ke Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Timur. Pasal yang dilanggar adalah 1) Pasal 60 ayat (1) huruf c Undang-undang RI No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Tindakan yang sudah dilakukan adalah Pemeriksaan terhadap 10 (sepuluh) saksi, pemeriksaan barang bukti dan pemanggilan pertama terhadap tersangka masih ditolak dan tindak lanjutnya masih dalam proses.
Pada bulan Nopember 2004 telah ditemukan peredaran benih kelapa sawit ilegitim yang dilakukan oleh Proyek BSFM Dinas Kesejahteraan Sosial Propinsi Bengkulu. Penyidikan dilakukan oleh PPNS-Bun berkoordinasi dengan Korwas Polda. Benih akan ditanam di Kabupaten Muko-Muko. Pasal yang dilanggar adalah Pasal 61 ayat (1) huruf b Undang-undang RI No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Tindakan yang sudah dilakukan adalah terdakwa dihukum 1 tahun penjara atau 2 tahun percobaan (2 orang pegawai Dinas Perkebunan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Muko-Muko) dan 1 orang camat dan 1 orang pegawai Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Muko-Muko masih dalam proses.
Pada bulan Januari 2006 ditemukan peredaran benih kelapa sawit ilegitim. Penyidikan dilakukan oleh PPNS-Bun berkoordinasi dengan Korwas Polda. Benih dikirim ke Propinsi Bengkulu. Pasal yang dilanggar adalah Pasal 60 ayat (1) huruf c Undang-undang RI No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Tindakan yang sudah dilakukan adalah terdakwa dihukum 8 (delapan) bulan penjara potong masa tahanan.
Pada bulan Oktober 2007 ditemukan benih kelapa sawit ilegitim sebanyak 6.250 batang. Penyidikan dilakukan oleh PPNS-Bun berkoordinasi dengan Korwas Polda Bengkulu. Benih dikirim ke Propinsi Bengkulu. Pasal yang dilanggar adalah Pasal 60 ayat (1) huruf c Undang-undang RI No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Tindakan yang telah dilakukan adalah mempergunakan jalur TIPIKOR dengan alasan mempergunakan anggaran Pemerintah.
Pada tanggal 23 Nopember 2006 ditemukan penipuan atau peredaran benih kelapa sawit sebanyak 10 peti (50.000 butir) tanpa label dan tidak dilengkapi dokumen resmi dari PPKS – Medan. Penyidikan dilakukan oleh PPNS-Bun berkoordinasi dengan Korwas Polda Kaltim. Pasal yang dilanggar adalah Pasal 60 ayat (1) huruf c, d subsider ayat (2) huruf c Undang-undang RI No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
Pada bulan Oktober 2007 ditemukan benih kelapa sawit sebanyak 5 peti (51.250 butir) yang tidak dilengkapi dengan dokumen PPKS – Medan dan Karantina Tumbuhan Medan. Untuk APBD Kab. Bangka Tengah yang diadakan oleh CV. Sahabat 4. Pada tanggal 24 Oktober 2007 telah dilakukan pemeriksaan oleh PPKS Medan dan Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi dan benih tersebut dinyatakan bukan dari PPKS Medan. Hasil pemeriksaan dilanjutkan penyidikan oleh PPKS dan BP2MB Medan. Benih dan dokumen saat ini dititipkan di Kantor Dinas Perkebunan Kab. Bangka Tengah untuk dijadikan barang bukti.
Penegakan hukum akan dilakukan dengan tegas kepada pelaku peredaran benih palsu karena penggunaan benih kelapa sawit palsu dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Masyarakat perkebunan pengguna benih kelapa sawit diharapkan mawas diri dan hati-hati dalam memesan benih. Untuk mendapatkan benih unggul bermutu maka pemesanan benih kelapa sawit dilakukan langsung ke 7 Sumber Benih yang telah ditetapkan oleh Pemerintah yakni, PPKS- Medan; PT.PP Lonsum; PT. Socfindo; PT. Bina Sawit Makmur; PT. Dami Mas`Sejahtera; PT. Tunggal Yunus Estate dan PT. Tania Selatan atau berkoordinasi dengan Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota yang membidangi Perkebunan. (PBT)
Sunday, November 11, 2007
Harga CPO Bakal Terkoreksi Tahun Depan
Hari ini saja (kemarin) sudah US$ 947 per ton di Rotterdam. Ini posisi tertinggi yang pernah ada,” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Akhmaluddin Hasibuan di sela-sela acara Indonesia Palm Oil Conference and Price Outlook 2008 yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali, Kamis (8/11).
Akhmaluddin mengatakan, harga CPO yang sudah terlalu tinggi menekan demand atas komoditas tersebut. Oleh karena itu, lanjutnya, penurunan ekspor yang terjadi pada September yang lalu lebih disebabkan pembeli menekan konsumsi CPO, dan bukan karena faktor pungutan ekspor yang ditetapkan pemerintah. “Pungutan ekspor itu tidak signifikan. Jadi, mereka bergerak dengan stock pile yang ada,” jelas Akhmaluddin.
Selain terkoreksi akibat harga memang sudah terlampau tinggi, faktor lainnya adalah adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia karena tekanan harga minyak. Perlambatan tersebut turut berkontribusi pada terjadinya koreksi pasar.
Meski harga turun ke level US$ 600-700 per ton, namun tak akan berdampak buruk pada industri kelapa sawit Indonesia. “Harga US$ 700 itu sudah memberikan margin yang tinggi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Akhmaluddin meminta pemerintah menerapkan pungutan ekspor yang berbeda antara hulu dan hilir. “Sekarang sebenarnya sudah berbeda antara CPO dan olein. Namun, pungutan untuk olein masih memberatkan ekspor,” katanya.
Ekonom Indef Bustanul Arifin meminta masyarakat industri kelapa sawit tidak melupakan peremajaan tanaman. Dengan demikian, kelangsungan industri dapat berkesinambungan. “Jangan hanya menggenjot ekstraksi karena harga tinggi, namun lupa peremajaan,” tegasnya seusai menjadi pembicara dalam acara seminar dan dialog tersebut, Rabu (7/11).
(esther fin harini)
Sunday, October 21, 2007
Pengalihan CPO Untuk Biodiesel Belum Menguntungkan
"Wapres Jusuf Kalla tadi juga membuat perhitungan dengan masih adanya subsidi BBM maka produksi biodiesel tidak menguntungkan," kata Ketua harian GAPKI Ir Derom Bangun seusai pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa.
Menurut Derom perhitungan Wapres tersebut juga hampir sama dengan hitungan yang dilakukan beberapa pengusaha GAPKI. Dengan harga jual CPO saat ini sekitar Rp3.800/liter ditambah PPN maka jika diolah menjadi Biodiesel harganya menjadi hampir sama dengan harga solar saat ini.
"Jika BBM di Indonesia masih alami subsidi, bisa-bisa biodiesel harganya lebih tinggi dari solar," kata Derom.
Namun tambah Derom, untuk jangka panjang dengan makin meningkatnya kebutuhan BBM maka produk biodiesel akan sangat menguntungkan. Saat ini, tambahnya baru ada beberapa pengusaha kelapa sawit di
Dalam pertemuan dengan Wapres tersebut, juga dibicarakan beberapa hal mengenai soal ketentuan-ketentuan yang mengatur masalah biodiesel termasuk di dalamnya soal distribusinya.
Sebelumnya dalam kunjungan ke Malaysia Wapres Jusuf Kalla telah menyepakati secara bersama-sama dengan
"Kalau PT Pertamina sudah mulai memproduksi biodiesel tentu pengusaha-pengusaha bergerak membuat pabriknya," katanya.
Data GAPKI saat ini produksi CPO Indonesai telah mencapai 14,7 juta ton per tahun. Menurut Derom produk CPO
Sementara kebutuhan CPO dunia saat ini mencapai 30 juta ton per tahun.(*)
Copyright © 2007 ANTARA
USING BIODIESEL
Biodiesel can easily be used in any diesel engine vehicle. Once processed, washed, and dried, biodiesel can be simply poured into the fuel tank of any diesel engine. Biodiesel can also be mixed with petrodiesel in any ratio. It easily mixes with petrodiesel and is commonly sold commercially blended with petrodiesel.
When getting started, most homebrewers typically purchase commercially made biodiesel to test in their diesels first, just to get an idea of how it reacts with their engines. From there, they may use commercially made biodiesel as a benchmark against the fuel they make, comparing their homemade biodiesel to the commercially made biodiesel.
Within minutes of biodiesel being added to the fuel tank, and especially when used in high blend ratios (50% to 100%) a noticeable difference in engine noise begins. Most report a reduction in engine noise, a smoothing of the engine, and a noticeable change in the smell of the exhaust. The longer the biodiesel is run in the engine, the better things become.
Research has been done comparing biodiesel to petrodiesel across a wide range of measurements. One of the most significant differences is the drastic reduction in tailpipe emissions biodiesel produces over petrodiesel. Reductions in hydrocarbons, carbon dioxide, and particulate matter have been significant. For many using biodiesel, these emission reductions are reason enough to use this incredible alternative fuel.
Besides better emissions, research has indicated an increase in engine longevity, a decrease in engine maintenance, and a better performing engine. Because biodiesel has solvent properties by nature, it acts as a cleaning agent on the fuel system in diesel engines. This means that it cleans things up the more it's used.
Because of these solvent properties, some have noted that fuel lines in older diesel engines may degrade because the biodiesel breaks them down. Particularly susceptible are fuel lines made from natural rubber. Most of the susceptible fuel lines can easily be replaced with inexpensive fuel line that are biodiesel compatible. If in doubt, check with your local dealer. The lines usually degrade over time and develop small seeping leaks instead of large leaks.
Diesel engines made after 1993 and sold in the
Homebrewers use biodiesel in varying blends but most commonly it's used in blends between 20% to 100% with 100% being the preferred method when weather allows. When the weather drops below 50° F, it's recommended to blend biodiesel with petrodiesel or add anti-gel additives to prevent biodiesel from gelling.
Another thing most biodieselers do when getting started is to change their fuel filters before using biodiesel and then change them again a few thousand miles later. This is to prevent the filters from plugging up due to biodiesel's solvent properties. As it's used, it may knock some of the "gunk" off of the walls of the fuel tank and fuel lines that have built up from the use of petrodiesel. Replacing the fuel filter's is just a precaution to ensure the engines keep on running.
Saturday, September 29, 2007
PAKAN IKAN DARI LIMBAH SAWIT
Pengolahannya cukup sederhana, yaitu melalui proses fermentasi yang mengundang perkembangan larva lalat (maggot). Tepung maggot ini merupakan pakan ikan alternatif yang menggunakan campuran maggot dan dedak sebagai bahan utamanya.
Maggot diperoleh dari telur-telur lalat blacksolder (Hermetia illucens). Sebagai media bertelurnya digunakan limbah pengolahan inti atau biji sawit.
Limbah tersebut difermentasi dengan cara dicampur air. Campuran limbah sawit ditempatkan dalam tong yang diberi beberapa lubang udara.
Satu minggu
Dalam satu minggu telur-telur lalat blacksolder sudah akan terlihat. Larva blacksolder ini sangat rakus terhadap bahan organik dan juga larva lalat jenis lain, seperti lalat rumah yang notabene sebagai pembawa penyakit potensial.
Maggot usia satu minggu hingga enam minggu dapat langsung digunakan sebagai pakan ikan disesuaikan dengan besarnya ikan. Kandungan protein yang tersimpan dalam tubuh maggot dapat menghasilkan bahan pakan hewan yang berkualitas baik.
Industri perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah padat yang jauh lebih besIndustri perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah padat yang jauh lebih besar dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Salah satu limbah padat yang dihasilkan industri kelapa sawit adalah tandan kosong sawit yang jumlahnya diperkirakan sebesar 20% dari tandan buah segar yang diolah. Pemanfaatan tandan kosong sawit yang telah dilakukan antara lain untuk ketas cetak dan kraft skala pilot, papan partikel dan pemanfaatan tandan kosong sawit sebagai bahan baku produk berbasis serat.
Thursday, September 27, 2007
ASAP CAIR DARI CANGKANG SAWIT (Artikel)
Kelapa sawit adalah salah satu komoditi andalan
Bahan
Cangkang Sawit
Alat
Alat utama untuk pembuatan asap cair adalah alat pirolisator yang terdiri dari tabung reaktor, pemanas listrik (heater), pipa penyalur asap, kolom pendingin (kondensor), erlenmeyer, botol ukur dan pipa pengeluaran asap sisa. Alat untuk pengendapan tar Alat yang digunakan untuk pengendapan tar terdiri dari botol dari asap cair yang masih bercampur dengan tar, gelas ukur 100 mL, pipet ukur dan pipet gondok.
Cara Pembuatan
Pembuatan asap cair dilakukan dengan destilasi.Bahan cangkang sawit sebelumnya dianalisa kadar hemiselulosa, selulosa dan lignin kemudian kadar airnya dibuat menjadi 8%, 13% dan 18% dengan pengering kabinet.Asap cair dibuat dengan memasukkan 1 kg cangkang sawit ke dalam reaktor kemudian ditutup dan rangkaian kondensor dipasang.Selanjutnya dapur pemanas dihidupkan dengan mengatur suhu dan waktu yang dikehendaki.Pada penelitian ini suhu yang digunakan 350°C, 400°C dan 450 °C sedangkan waktu yang digunakan adalah 45 menit, 60 menit dan 75 menit yang dihitung pada saat tercapai suhu yang dikehendaki.Asap yang keluar dari reaktor akan mengalir ke kolom pendingin melalui pipa penyalur asap yang mana pada pipa ini terdapat selang yang dihubungkan botol penampung untuk menampung tar , kemudian ke dalam kolom pendingin ini dialirkan air dengan suhu kamar menggunakan aerator sehingga asap akan terkondensasi dan mencair.Embunan berupa asap cair yang masih bercampur dengan tar ditampung kedalam erlenmeyer, selanjutnya disimpan di dalam botol, sedangkan asap yang tidak terembunkan akan terbuang melalui selang penyalur asap sisa.Selanjutnya asap cair + tar yang terdapat didalam botol dilakukan pengendapan untuk memisahkan tar dan asap cair. serat sabut kelapa (11,4 – 16,4 cm) sehingga bisa digunakan sebagai bahan baku produk serat berkaret. Dengan kandungan serat yang cukup tinggi (67,88%), serat tandan kosong sawit akan menghasilkan rendemen serat yang tinggi.
Sumber